Dah siap pasang iklan, Gan.? [ DAFTAR | LOGINRSS Feed  |   | 

High Class Call Girl Surabaya

| Blog | 15 March 2008

“HIGH CLASS CALL GIRL Surabaya”

Gairah hedonis menggeliat di Surabaya. Legalitas lokalisasi prostitusi sepertinya hanya untuk kalangan bawah. Para petualang hedonisme kelas atas, termasuk yang berasal dari luar kota, cenderung mencari menu-menu lain dan tak biasa.

Suatu siang di awal November 2007, terik mentari membakar kota Surabaya. Cuaca panas yang ditimbulkannya langsung membawa ingatan pada lagu yang dinyanyikan Franky Sahilatua, ‘Berjalan di bawah lorong pertokoan/Di Surabaya yang panas. Meski dalam lagu itu disebutkan ‘debu-debu ramai beterbangan dihempas oleh bis kota’, hal itu tak sepenuhnya ditemui saat itu.

Berbeda dengan Jakarta yang begitu banyak bis kota, Surabaya justru tak begitu ramai. Kemacetan parah seperti yang selalu dialami di Jakarta, tak ditemukan di Surabaya. Setidaknya seperti yang tampak di sepanjang Jl Diponegoro, Jl Raya Darmo, Jl Mayjen Sungkono, Jl HR Muhammad, Jl Kedung Doro, dan Jl Embong Malang. Kalau pun terjadi macet, biasanya pada titik-titk tertentu yang menjadi pertemuan beberapa arus lalu lintas.

Cuaca panas yang terasa siang itu boleh jadi karena posisi Surabaya yang tak jauh dari laut. Keberadaan sejumlah industri di daerah penyangga, seperti Sidoarjo dan Gresik, turut memberi andil ‘memanaskan’ cuaca Kota Pahlawan itu. Namun, meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, termasuk sepeda motor, tetap memberi andil pada pemanasan yang terjadi di Surabaya.
Pada malam hari, kondisi lalu lintas di Surabaya justru semakin sepi. Tak banyak kendaraan yang lalu lalang, termasuk angkutan umum, tentunya.

Kendati demikian tak berarti Surabaya sepi dari aktifitas. Termasuk aktifitas hiburan dan kehidupan malam yang beraroma hedonisme sekalipun. Membicarakan aktifitas hedonis di kota yang memiliki populasi penduduk kurang lebih 4 juta jiwa itu tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Gang Dolly. Lokalisasi prostitusi legal ini disebut-sebut sebagai yang terbesar se-Asia Tenggara. Wajar saja karena aktifitas hedonis di sana tak hanya berlangsung di sepanjang gang yang bernama Dolly itu. Ratusan, bahkan lebih, rumah tempat berlangsungnya ajang transaksi seks itu pun terdapat di sepanjang jalan yang menjadi terusan gang Dolly.

Aktifitas jual beli nafsu birahi bahkan melibatkan ribuan orang dengan masa operasi nonstop 24 jam. Siapapun yang lewat di situ dengan mudah akan menemukan perempuan-perempuan dengan dandanan seronok duduk-duduk di atas sofa. Sofa-sofa itu disusun sedemikian rupa, ada yang dua baris, ada juga yang tiga baris. Baris belakang lebih tinggi dibanding yang di depan. Sebagai pelengkap, diputar juga beragam jenis musik, tergantung selera ‘tuan rumah’.

Di antara penjaja cinta itu banyak juga yang berdiri di luar, terutama ketika malam mulai menjelang. Mereka berdiri di sana tak ubahnya seperti masyarakat umum yang tinggal di lingkungan sendiri. Namun ada juga yang sedikit agak agresif. Mereka mencoba berbicara dengan orang-orang yang celangak-celunguk di depan mereka.
Meski Gang Dolly begitu besar, ternyata belum cukup bagi pelaku jual beli nafsu birahi. Mungkin karena transaksi birahi di sana langsung ke pokok permasalahan. Tamu datang, pilih yang disukai, kemudian dilanjutkan dengan proses eksekusi di salah satu kamar yang tersedia di rumah itu. Padahal, bagi sebahagian lagi, khususnya mereka yang membutuhkan variasi dan waktu yang agak panjang, lebih memilih bentuk lain.

Menu-menu tersebut hampir tak berbeda dengan yang ditemukan di Jakarta. Sebut saja misalnya spa atau massage center atau pijat plus-plus, club dan karaoke hedonis. Khusus club, tamu-tamu disuguhkan sajian sexy dancer dan topless dancer. Seakan sudah menjadi menu standar, saat pertunjukan tamu-tamu dapat berinteraksi dengan memberikan shot drink berupa satu sloki tequila kepada dancer. Aksi ini setidaknya ditemukan di dua club berbeda, NK dan AH yang berada di salah satu mal besar di Surabaya.

Di luar gelaran itu, aktifitas hedonis dapat terjadi karena sejumlah diskotek dan karaoke menyediakan purel (istilah lain untuk ladies escort -Red) untuk menemani tamu. Di NK ada beberapa purel yang rela dicekoki minuman keras hingga mabuk. Saat mabuk inilah mereka diminta menari, mulai dari kondisi biasa, topless dan kemudian nudis. Sementara di club dan karaoke DS, karaoke room hanya dapat diberlakukan untuk member. Tamu-tamu umum hanya dapat menggunakan karaoke lounge hingga pukul 23.00 yang dilanjutkan dengan house music.

“Di karaoke room itu biasanya berlangsung private party,” tutur seorang sumber.
Di luar yang disebutkan di atas, ternyata Surabaya memiliki variasi menu hedonis. Sebut saja misalnya SPG atau gadis-gadis penjaga counter parfum dan kosmetik, wanita panggilan hi-class, serta para ABG yang mejeng di sebuah tempat nongkrong yang berada di jalan protokol.

Menu-menu ini umumnya menjadi daya tarik petualang hedonis yang berasal dari luar Surabaya. Sebaliknya, yang cukup mengherankan, para petualang hedonis Surabaya ternyata tak begitu tertarik pada cungkok. “Di Surabaya, cungkok tidak menjadi pilihan utama. Tidak favorit,” tutur seorang yang sangat berpengalaman menjadi perantara wanita-wanita penghibur di Surabaya untuk kalangan atas.

Lebih lanjut perantara itu mengatakan, “Yang perlu diketahui juga, sejak…. (ia menyebut nama seorang germo terkenal di Surabaya yang sempat bikin heboh), wanita-wanita penghibur Surabaya yang mestinya di koordinasi olehnya, kini bertebaran di berbagai tempat di Surabaya. Tapi mereka tetap memberi bandrol hi-class call girl.”

GADIS WANGI. Semerbak aroma beragam jenis parfum menyebar di salah satu lantai di Plaza MB. Maklum saja, di lantai itu, tersebar beberapa outlet parfum dan kosmetika. Boleh jadi aroma itu muncul dari sampel-sampel yang diberikan kepada pengunjung. Tidak tertutup kemungkinan aroma parfum itu justru keluar dari tutup botol saat pembeli membukanya.

Namun, bagi Fredy dan Andy, kita sebut saja mereka dengan nama itu, bukan aroma parfum yang membuat mereka melangkahkan kaki ke counter-counter yang ada di salah satu lantai di mal yang juga disebut sebagai Plaza TG itu. Kedua pria asal Jakarta itu memang dikenal sebagai petualang hedonis. Meski kunjungan ke Surabaya tergolong singkat, hanya dua malam, keduanya tak ingin melewatkannya tanpa bertualang.

Berkunjung ke Surabaya memang bukan kali pertama bagi mereka. Setiap kali berkunjung, baik berdua maupun sendiri-sendiri, keduanya selalu melakukan destinasi ke tempat-tempat hedonis. Tapi tidak kali ini. Keduanya ingin mengobati rasa penasaran atas informasi yang mereka dapatkan sebelum berangkat dari Jakarta. Beberapa SPG atau tepatnya gadis penjaga counter parfum dan kosmetik yang ada di Plaza MB masuk kategori bispak, istilah untuk menyebut wanita yang dapat memberi layanan birahi.

Secuil informasi begitu berharga. Bak intel atau wartawan investigasi, keduanya pun menyambangi mal yang berlokasi tak jauh dari tugu yang melambangkan senjata yang dipakai bangsa ini untuk berjuang. Informasi tambahan yang mereka dapatkan menyebutkan tak mudah untuk membawa gadis-gadis counter ini. Perlu pendekatan yang intens sehingga mereka percaya dengan lawan bicara. Harganya pun dipasang selangit.

Fredy dan Andy mulai menjalankan misi-nya pada siang hari. Sehabis makan siang, keduanya berjalan-jalan di mal tersebut. Tanpa membuang waktu keduanya langsung menyambangi counter parfum dan kosmetik. Tentu saja sambil memilah gadis mana yang cocok dengan selera mereka. Cukup lama juga mereka memutar-mutar di sana sebelum akhirnya Fredy memutuskan mendekati gadis counter berambut panjang hingga punggung.

Bak seorang pembeli, Fredy awalnya cuma melihat-lihat saja. Dia mematut-matut sambil memperhatikan isi yang tertulis di dus parfum. Ia sengaja tidak bertanya. Dia ingin si penjaga counter yang bicara terlebih dahulu. Dia ingin tahu apakah gadis tersebut menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Jawa. Dan benar saja, tak lama berselang, sang penjaga counter mulai berbicara menggunakan bahasa Jawa.

“Ini saatnya,” kata Fredy kepada temannya. “Maaf, mbak. Saya tidak paham bahasa Jawa,” katanya kemudian.
Sang gadis pun paham. Buru-buru dia minta maaf dan melanjutkannya dengan menggunakan bahasa Indonesia. Keadaan itu tidak disia-siakan Fredy. Waktu yang pendek harus segera dimanfaatkan. Mulai dari obrolan yang wajar tentang parfum hingga obrolan yang mulai menjurus ke arah rayuan.

Ternyata tak mudah. Pertama kenal tak langsung mengena. Padahal feeling-nya mengatakan gadis counter ini dapat dibawa. Dia ingin mendekati yang lain, tapi waktu terbatas. Sementara itu, di tempat lain, Andy yang memisahkan diri dari Fredy setali tiga uang. Ia pun gagal total. “Mungkin nanti malam kita ke sini lagi. Katanya sih kalau lewat perantara mudah,” kata Fredy saat meninggalkan lokasi.

Namun kabarnya mendekati sendiri bisa. Seperti yang dia dengar sebelumnya, tapi memang tak mudah mendapatkannya. Perlu pendekatan khusus sehingga mereka merasa nyaman dan percaya. Bagaimanapun para gadis counter ini bukanlah penjaja cinta sesungguhnya. Mereka nyambi karena alasan-alasan tertentu. Misalnya karena ingin memiliki ponsel terbaru atau barang berharga lainnya. Ada juga yang terpengaruh gaya hidup metropolitan sementara uang tak mencukupi. Konon sangat sedikit sekali yang nyambi karena alasan ekonomi atau mencari tambahan untuk keluarga.

Pendekatan yang intens menjadi senjata ampuh untuk mendapatkan gadis counter ini. Fredy yang masih penasaran memutuskan kembali lagi ke mal itu. Manager pengembangan produk pada salah satu industri telekomunikasi, ini datang lagi pada malam hari bersama Andy. Memiliki waktu yang agak panjang memungkinkan mereka hunting ke beberapa counter. Pada salah satu counter parfum yang belum sempat disambangi pada siang hari, Fredy menemukan yang dicari.

Dengan berlagak seperti pembeli, Fredy mulai bertanya-tanya tentang produk. Dia mencoba menarik perhatian sang gadis counter dengan obrolan-obrolan yang menunjukkan antusias. Saat sang gadis counter memberi penjelasan, Fredy tampak mengangguk-angguk tanda setuju dengan pendapat gadis itu. Dia bahkan sempat memberi pujian pada gadis itu. Namun pada saat lain Fredy ingin menunjukkan dirinya sebagai pria yang juga tahu banyak tentang parfum.

Saat keakraban mulai terjalin, Fredy mulai melancarkan jurus mautnya. “Ini malam terakhir saya di Surabaya. Besok sore balik ke Jakarta. Kalau kamu tidak keberatan, saya ingin ditemani sama kamu jalan-jalan malam ini,” katanya. Mendapati tawaran seperti itu, agak kaget juga gadis counter itu pada awalnya. Sempat dia menolak tapi Fredy sudah menangkap penolakan itu hanyalah basa-basi.

“O ya, kebetulan saya berdua sama teman. Kalau kamu punya teman, ajak saja. Biar temanku nggak mengganggu acara kita,” katanya begitu mendapat kepastian dari sang gadis counter. Fredy meminta gadis counter itu mengajak temannya setelah tahu Andy gagal mendapatkan buruan.

Meski kesepakatan sudah dicapai, Fredy harus bersabar untuk beberapa saat. Sang gadis counter tak serta merta langsung dapat dibawa. Dia harus menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu. Sesuai jadwal mereka baru dapat meninggalkan mal paling telat pukul 21.00. Menjelang berakhirnya tugas mereka, Fredy dan Andy memilih hang out di salah satu coffee house yang ada di mal itu. Berbeda dengan counter parfum yang berada di dalam mal, coffee house ini berada di luar. Jam operasional mereka pun lebih panjang.

PAKET PLUS-PLUS.

Para petuangan birahi di kota buaya ini cukup dimanjakan. Untuk mencari menu-menu yang diinginkan ternyata tak begitu sulit. Pasalnya, tempat-tempat untuk bertransaksi birahi terpusat pada satu titik-titik yang mudah dicapai. Dengan demikian, jika mereka datang ke tempat tersebut, mereka tinggal memilih tempat dan menu yang sesuai dengan pilihan. Jadi, bagi yang datang berombongan tapi pilihan berbeda-beda, tetap saja dapat melakukan petualangan di kawasan yang sama.

Kompleks TK yang berada di Jl SJ merupakan salah satu kawasan yang memberikan banyak pilihan bagi para petualang. Lokasi ini berada di pinggir jalan raya yang banyak dilalui kendaraan. Jalannya cukup besar, terdiri dari dua jalur dan dibatasi jalur hijau yag cukup luas. Kompleks TK berada tak jauh dari sebuah hotel berbintang yang cukup megah. Sementara di seberangnya terdapat komplek ruko yang diberi nama sama namun ditambahi dengan angka dua.

Memasuki kompleks ruko ini dapat dilakukan dengan dua cara. Yakni melalui jalan utama atau masuk dari arah samping yang merupakan jalan masuk dan keluar dari sebuah kompleks perumahan yang terdapat di belakang. Jalan ini juga menjadi penghubung ke arah kompleks pemakaman terbesar di Surabaya. Kompleks pemakaman ini menjadi lokasi prostitusi bagi pekerja seks komersial kelas bawah. Konon, kompleks pemakaman ini juga menjadi tempat pelarian bagi maling kelas teri dan para perampok. Di sini pulalah mereka membagi hasil curian.

Begitu memasuki kompleks ruko ini, kita langsung akan menemukan beragam layanan beraroma hedonis. Namun, tentu saja tak seterang benderang yang disajikan di Gang Dolly. Bentuk dan ragam layanan yang ditawarkan di sini dibungkus dengan layanan salon dan pijat tradisIonal sebagai kamuflase. Sebut saja misalnya griya pijat MG yang berada di hook salah satu blok di kompleks pertokoan itu.

Siapa saja yang berada di depan griya pijat tersebut dengan jelas akan membaca layanan yang ditawarkan griya pijat MG. Jenis layanan itu tertulis di pintu masuk yang terbuat dari kaca. Meski tak begitu besar tulisan berwarna merah itu tetap mencolok tertempel di kaca berwarna gelap. Layanan itu antara lain pitrad (istilah untuk pijat tradisional), mandi susu, mandi lulur, dan salon.
Memasuki ruangan tamu langsung disambut seorang perempuan paro baya. Dengan ramah ia menyapa tamu yang datang sebelum akhirnya menjelaskan layanan yang ada, lengkap dengan harganya. Begitu perempuan paro baya yang dipanggil mami itu yakin tamunya bakal tertarik, dia lalu membisikkan sebuah layanan yang dikemas dalam sistem paket.

“Semuanya ada. Mulai dari lulur, mandi susu, mandi kucing, hingga ‘mandi keringat’,” katanya setengah berbisik.
Belum hilang rasa penasaran dengan layanan paket yang dimaksud, sejurus kemudian sang Mami memperkenalkan para terapis yang bertugas saat itu satu per satu. “Yang baju putih dan berdada besar itu namanya Lia, janda beranak satu. Usianya belum 30 tahun. Meski baru dua hari bekerja di sini, service-nya oke,” katanya berpromosi.

Para terapis dikumpulkan di dalam ruangan kaca. Mereka duduk di bangku busa yang dibuat memanjang. Mereka mengenakan seragam berwarna biru-putih, perpaduan blazer dan rok yang cukup pendek. Rata-rata usia para terapis berkisar antara 22 hingga 27 tahun. Wajah mereka pun rata-rata, tidak cantik-cantik amat. Yang menjadi daya tarik justru bentuk tubuh yang seksi.

Rasa penasaran terhadap layanan sistem paket itu akhirnya terjawab saat Lia, bukan nama sebenarnya, menjalankan tugasnya di lantai atas. Usai melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya, Lia pun meminta tamu melepaskan baju dan berbaring di ranjang. Selanjutnya Lia mengoleskan lulur ke tubuh tamu dan ke tubuhnya sendiri. Tak lama berselang tubuhnya meluncur di atas tubuh tamu yang tidur tengkurap. Prosesi seperti itu dia lakukan selama 30 menit pada posisi telentang dan tengkurap.
Lia kemudian mengajak tamu membersihkan badan karena ritual berikut adalah mandi kucing yang dilanjutkan dengan mandi keringat. Seperti yang kita tahu, kucing memandikan dirinya atau anaknya dengan menjilati tubuh, apa yang dilakukan Lia tak beda jauh dengan itu. Bedanya, dia melakukannya pada titik-titik tertentu sehingga menimbulkan sensasi luar biasa dan akhirnya membuat tamu tak mampu menahan birahi. Layanan sistem paket inipun berakhir setelah tamu bermandi keringat usai melepaskan hasrat birahi kepada Lia.

Layanan sistem paket ini cukup banyak ditemui di TK ini. Indikasinya dapat diketahui dengan tersedianya layanan mandi susu. Mandi susu itu sendiri ternyata istilah lain dari body massage. Griya pijat yang tidak menyediakan layanan sistem paket umumnya tidak menyajikan layanan mandi susu kepada tamu. Griya Pijat ES misalnya lebih mengutamakan pijat tradisional sebagai unggulan.

Untuk menghindari terjadinya penyimpangan, tempat pemijatan hanya dibatasi kain. Tidak berbentuk kamar seperti halnya griya pijat MG.
Kendati demikian, Gria Pijat ES tak sepenuhnya clear. Petualang hedonis masih dapat meminta layanan ekstra kepada sang terapis. Indikasi untuk mendapatkan layanan ekstra tersebut bisa dirasakan jika pendekatan kepada terapis berlangsung menyenangkan. Kalau pun tamu tidak secara terang-terangan meninta layanan ekstra dimaksud, justru terapis yang menawarkan.

Ini-nya mau dipijat juga, nggak?” katanya sambil menyentuh ‘Mr P’ tamu. Untuk mendapatkan layanan pijat Mr P ini, terapis biasanya mematok nilai nominal tertentu sebagai tips.
Destinasi wisata hedonis lain yang juga memiliki banyak pilihan berlokasi di Jl RP. Jumlahnya cukup banyak. Terdiri dari spa dan klub one stop entertainment. Tempat-tempat tersebut tersebar di kompleks ruko yang terdiri dari beberapa blok. Posisinya kompleks ruko sebenarnya berada di pinggir jalan. Namun tempat-tempat hiburan tersebut umumnya berada di blok sebelah dalam.

Untuk mencapai lokasi, terlebih dahulu harus melewati gerbang parkir yang tak begitu besar. Dari luar tak begitu jelas karena dipenuhi warung-warung tenda yang menjual makanan. Rindangnya pepohonan di depan pintu masuk turut menjadi penghalang, sehingga tak mudah bagi orang-orang yang pertama kali ke sana untuk mengetahuinya.

Dibanding dengan destinasi yang disediakan di TK, tempat dan fasilitas yang tersedia di sini jauh lebih baik. Fasilitas yang ada bukan sekadar griya pijat tapi lebih sebagai tempat spa dengan fasilitas sauna, whirlpool air dingin dan panas, serta fitness center. Ruangan untuk layanan massage pun jauh lebih baik. Tamu-tamu yang ingin bersantai terlebih dahulu, dapat memilih lounge atau cafe yang menawarkan beragam jenis minuman dan makanan.

Meski bagus dalam fasilitas, jenis layanan dengan sistem paket seperti yang ditawarkan griya pijat MG tak ditemukan di kompleks ini. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, layanan berbau hedonis yang dapat dipesan hanyalah sebatas pijat Mr P. “Kalau ingin lebih dari itu, biasanya sudah dikenal oleh terapis. Itu pun tergantung bagaimana tamu melakukan pendekatan. Lagi pula mereka tidak mau melakukannya pada saat dan di tempat kerja,” tutur seorang sumber.

Layanan dan fasilitas spa yang lebih bagus lagi terdapat di beberapa lokasi berbeda. Meski sama-sama berada di kompleks ruko, keberadaannya tidak terpusat dan tidak memiliki kompetitor. Sebut saja misalnya TN yang berada di Komp Ruko SK, Jl Raya Sukomanunggal. MW Spa juga berada di sebuah komplek ruko di Jl TG. Demikian pula dengan TB yang berada di Jl NN dan BU Spa yang berada di Kompleks IK di Jl SJ. Kedua tempat spa ini disebut-sebut sebagai terbaik di Surabaya. Layanan ekstra yang bisa dipesan kepada terapis tak beda jauh dengan yang ditawarkan di RP, yakni pijat Mr P.

Tempat spa berkelas yang dapat memberikan layanan plus-plus berlokasi di Jl KA. MF Spa, namanya. Tempat spa yang berlokasi di pusat kota Surabaya ini berada pada lantai empat sebuah gedung bertingkat. Meski jelas-jelas sebagai tempat spa, tamu tertentu dapat mengajak terapisnya untuk berburu birahi. Tentu saja dengan catatan sudah saling mengenal karena telah sering bertemu sebelumnya. Layanan ini hanya bisa didapatkan setelah tercapai kesepakatan mengenai jumlah rupiah yang harus diserahkan kepada sang terapis.

TUGU
Beberapa gadis wangi yang tak mendapat ‘order’ malam itu biasanya memilih nongkrong di cafe, club, atau di tempat-tempat tertentu. Sebuah taman yang berada tak jauh dari Plaza TG merupakan salah satu tempat nongkrong favorit. Tak begitu luas memang. Tidak pula ramai. Namun karena kehadiran penjual makanan, orang-orang yang nongkrong di sana datang silih berganti. Ada yang cuma sebentar, sekadar mencari makan buat mengganjal perut, ada juga yang lama.
Sebagian dari mereka yang nongkrong lama inilah ditengarai menjadi penjaja cinta temporary. Mereka berbaur bersama laki-laki muda yang terlihat seperti teman-teman sendiri. Mereka datang berombongan, pria-wanita, dengan mengendarai sepeda motor. Di sana mereka memilih duduk di warung atau lesehan di trotoar. Sebagian pria bahkan duduk-duduk di atas sepeda motornya.

Modus menjajakan cinta di sini cukup unik. Meskipun mereka dengan mudah ditemui sedang lesehan atau nongkrong di warung, cukup sulit alasan untuk mengajak mereka berkencan. Maklum, para gadis-gadis tersebut tidak jelas-jelas menjajakan diri. Mereka ngobrol dan bercengkrama dengan teman-teman pria maupun teman-teman wanita mereka. Salah-salah ngomong bisa berbahaya.
Sasaran mereka sebenarnya adalah pria-pria yang mengendarai mobil. Sementara yang menjalankan tugas untuk mencari klien, semacam Papi begitu, adalah teman-teman pria mereka. Modusnya cukup sederhana, yakni mengamati mobil-mobil yang berjalan perlahan saat melewati taman itu. Jika jendela mobil dalam keadaan terbuka, para pria ini akan melambaikan tangan. Sebaliknya, jika tertutup rapat, para pria ini segera mengikuti mobil dan mendekatinya. Saat itulah mereka melancarkan jurus menawarkan wanita-wanita yang sedang duduk di taman itu.

Cukup beragam latar belakang gadis-gadis yang ada di situ, mulai dari ABG hingga mahasiswa. Beberapa di antaranya, ya itu tadi, gadis counter parfum dan kosmetik, serta counter ponsel. Penampilan mereka seperti gadis kebanyakan. Tak ada dandanan mencolok seperti halnya penjaja cinta jalanan. Mereka pun tak menargetkan harus dapat klien pada malam itu. Andai malam itu mereka tak mendapat klien, mereka akan pulang ke rumah dan akan kembali lagi esok hari.

Untuk mendapatkan jasa mereka, seseorang harus merogoh kocek antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Nominal sebesar itu hanya berlaku untuk short time. Jika user setuju, pembayaran harus di depan dan diserahkan kepada sang Papi. User tidak tahu menahu berapa jumlah yang diberikan. Perempuan yang dibawa user pun tidak akan meminta tambahan lagi, kecuali jika ada deal lanjutan antara dia dan user. Mengajak long time, misalnya.
Lokasi ini sangat mudah dikenali. Sebuah tugu yang menjadi simbol perjuangan menandai keberadaan taman ini. Tugu ini berada di tengah jalan satu arah. Persis di depan taman itu jalan akan menyibak ke kiri dan ke kanan sebelum akhirnya menjadi satu lagi. Jalan itu merupakan salah satu jalan protokol di kota Surabaya.

Taman itu sendiri berada di sebelah kiri jalan protokol. Sebetulnya tidak persis sebagai taman karena bentuknya lebih seperti trotoar. Mungkin karena lebar dan ada beberapa tanaman yang tumbuh di sana, orang menyebutnya sebagai taman. Begitu lebarnya, pedagang makanan bahkan menyediakan tempat lesehan. Di sana terdapat juga sebuah jalan yang dapat digunakan untuk memarkir kendaraan.

Sebagaimana umumnya lokasi pedagang makanan kaki lima yang beroperasi malam hari, pada siang hari taman ini kembali ‘bersih’. Jangankan pedagang, orang-orang yang sekadar duduk saja tidak ditemui di sana. Wajar saja karena selain tidak dilengkapi bangku-bangku, tidak ada alasan orang untuk duduk-duduk di situ.

CALL GIRLS LEGENDARIS.
Keberadaan penjaja cinta hi-class yang pernah malang melintang di Jakarta sepertinya tinggal legenda. Sebelum era 2000 nama Mr PT begitu terkenal sebagai pemasok wanita-wanita hi-class. Dia menjadikan sebuah rumah yang berada di Jl SL, Jakarta Selatan sebagai tempat untuk menampung wanita-wanita penjaja cinta. Ke sanalah para broker birahi berdatangan.

Seiring berjalannya waktu, keberadaan Mr PT mulai redup. Jl SL bukan lagi tempat untuk mendapatkan cinta semu wanita-wanita bertarif tinggi. Pada akhirnya nama Mr PT sebagai pengelola bisnis birahi tinggal legenda. Orang-orang pun mulai melupakannya. Para user baru bahkan sama sekali tak mengenal nama Mr PT sebagai pialang wanita-wanita hi-class.

Entah terinspirasi dengan sepak terjang Mr PT, seorang perempuan di Surabaya, sebut saja dengan Mami Mince, mencoba menghidupkan kembali fenomena Jl SL di Surabaya. Uniknya, lokasi yang dipilih juga berlokasi di jalan yang bernama Jl SL.

Sepintas rumah bertingkat dua itu tampak seperti rumah biasa. Halamannya berpagar tinggi. Demikian pula pintu masuk, pagarnya pun cukup tinggi. Namun bisa digeser jika ada yang keluar masuk.

Kondisi yang sama juga ditemui di hampir semua rumah yang ada di sekitar itu. Melihat bentuk dan ukuran rumah yang ada di sana, bisa disebut sebagai daerah elit. Lokasinya pun hanya satu blok di belakang Jl PD, yang tergolong jalan protokol.
Kalaupun ada yang berbeda dengan rumah berwarna terang itu dengan yang lain, tak lain karena penghuninya. Ternyata rumah itu difungsikan sebagai rumah kos. Beberapa di antara mereka yang tinggal di sana memiliki mobil. Tak heran bila terdapat banyak mobil di halamannya. Mereka memarkir mobilnya di halaman karena tidak muat di garasi.

Para penghuni rumah tersebut bukan sembarangan orang. Mereka inilah wanita-wanita pemuas nafsu untuk kalangan atas. Untuk mendapatkan jasa mereka tak mudah. Tak sembarangan orang bisa mendapatkannya. Apalagi keberadaan mereka di sana seperti samar-samar. Seseorang yang tidak atau belum dikenal oleh agen atau brokernya, belum tentu dapat memesan salah satu dari mereka.

Menurut seorang sumber, modus yang digunakan hampir sama dengan yang dilakukan Mr PT pada masa lalu. Para wanita-wanita pemuas nafsu pria hedonis itu ‘diinapkan’ di sana. Mereka harus siap sedia setiap saat. Mereka pun tak perlu repot-repot mencari klien karena yang bekerja adalah broker. Broker memasarkan mereka dengan beberapa cara, mulai dari mulut ke mulut hingga memasang iklan di surat kabar lokal.

Sementara menurut sumber lainnya, Mami Mince dahulunya adalah anak buah Mr PT. Ia sengaja memilih lokasi dengan nama jalan yang sama dengan harapan membawa hoki yang sama pula. Paling tidak orang-orang akan teringat pada legenda hidup dunia hedonis yang dulu pernah berjaya di seantero negeri.

Comments

comments

Share

 

15195 total views, 8 today

  

Sponsored Links

One Response to “High Class Call Girl Surabaya”

  1. Produk Higoat Susu Kambing Bisa Menyembuhkan Sakit Diabetes, Asma, Stroke, Kolesterol, Maaq, dll. Sudah Ada Testimoni Dari Warga Jogja Yang Sembuh Dengan Mengkonsumsi Produk Higoat.
    Info Produk Hub: 085746206646.

Leave a Reply

  • Pijat Panggilan

    by on 10 December 2011 - 44 Comments

    Nama Rara Melati Usia 28 th BB 54 tinggi 165 Bra 38 D Ramah dan Menarik. Melayani pijat panggilan ke hotel. Pijat full body contact. Dijamin fress dan rilex...

  • Bispak / Bisyar Kostan Jogja

    by on 23 April 2013 - 11 Comments

    [23-04-2013][11:57] <cweee_butuh_duit> ISNAY 20 TH TGG 155 ,BB 40 ,BRA 36 B KULIT PUTIH N RAMBUT PANJANG LURUS N CANTIK >> FB ISNAYINI06@GMAIL.COM &...

  • Daftar Istilah Gaul

    by on 6 April 2008 - 2 Comments

    Daftar Istilah AAMP = Apartment Asian Massage Parlor Agency = A company that manages calls, bookings, and advertising for a group of providers. AMP = Asian...

  • Pijat Panggilan ke Hotel

    by on 5 January 2012 - 14 Comments

    Nama sy Dewi Mawar. Ciri2: Usia 27 Tahun. Tinggi Badan 168 cm. Berat 53 kg. Kulit Putih. Montok, Ramah dan menyenangkan. Sy melayani pijat panggilan ke hotel ...

  • Sella Kelara Bispak Montok

    Sella Bispak Montok dan Chubby

    by on 21 March 2014 - 5 Comments

    Ayoook... siapa yang pengen ML, mumpung aku lagi promosi loh. Hihihi.... Namaku Sella, bodi bahenol dan montok. Service memuaskan dan tidak mengecewakan, ntar a...